Travel Hemat ala Backpacker ke Hongkong-Macau-Shenzhen


Glitter Words
Hallo

Sejak pertengahan tahun 2010 sudah beli tiket promo Air Asia -0- rupiah. Aha ! Dapatlah rute Bandung-Kualalumpur ber2 hanya bayar 60rb saja untuk tgl 13April 2011.

Tapi… tujuan utamanya sebenarnya pengen ke Hongkong-Macau-Shenzhen, ngikut ama buku Claudia Kaunang. Jadi, searchinglah aku sering-sering ke web Air Asia. Eh, daripada langsung ke Hongkong dari Kualalumpur, ternyata saat itu lebih murah beli yang ke Penang lalu ke Macau. Jadi belilah daku tiket Penang-Kualalumpur utk sore hari tgl 13 April. Dan Penang-Macau keesokan harinya tanggal 14 Apr pagi-pagi sekali.

PENANG



Nah, kan kesampaian jalan-jalan sore dulu di Penang. Asyiik … Kata CL (Claudia Kaunang), di Penang ada bus CAT gratis kemana-mana yang bisa dipakai mengelilingi Penang. Minimal kita akan tahu lah Penang itu seperti apa. Ada pula TRAM seperti yang di Hongkong, tapi katanya sekarang ini masih ditutup untuk renovasi, jadi rencana dibatalkan untuk naik Tram. Ada pula Batu Peringhi, daerah pantai Penang. Dan jangan lupa, ada jembatan terpanjang di Malaysia yang menghubungkan penang dengan daratan Malaysia. Jadi, bisa ga ya semua dilihat dalam waktu yang hanya beberapa jam (secara nanti kan kita cuma punya waktu sore sampai malam saja hehe).

Terminal Utama disini adalah KOMTAR.

Untuk keberangkatan pagi hari, sejak Februari sudah kontak Airasiago untuk dijemput depan Tune Hotels Jam 5.15 pagi, karena flight jam 7.50. Habis takut pagi-pagi ga ada taxi lewat depan hotel…

atau telp daftar taxi penang berikut ini :

# Georgetown Taxi: 04-2299467, 04-2617098
# BJ Radio Taxi: 04-6430161 & 012 572 6487
# Taxi Drivers Association: 04-2625721
# Sunshine Radio Taxi: 04-6425961
# Jade Auto Company: 04-2263015
# Bayview Taxi Stand:
# Super Radio Taxi Service Center: 04-281-8766, 282-8753
Individual Taxi Driver Contacts
# Vincent Yeap: 012 -531 3250 or 017 – 4628 622, recommended by Colleen
# Johnny: 04 2814535, recommended by Jennifer

Berikut daftar tempat / obyek wisata menarik yang bisa anda kunjungi di Pulau Penang :
1. Penang Hill and Kek Lok Si Buddhist Temple
2. Pulau Payar Marine Park
3. Penang Butterfly Farm and Botanical
4. Monkey Beach
5. Bukit Bendera

Penerbangan
Transportasi menuju Penang melalui pesawat udara kini semakin dipermudah dengan kehadiran pembukaan jadwal penerbagan AirAsia langsung Jakarta ke Penang setiap hari, berangkat pada pukul 6.00 wib dan akan tiba pada pukul 10.30 waktu Penang melalui terminal 2D disamping jadwal penerbangan lainnya dari beberapa kota di Indonesia.
Berikut di bawah ini jadwal penerbangan dari kota di Indonesia menuju Penang :
  1. Jakarta – Penang
    Flight   : AirAsia
    Berangkat  : 06.00 WIB
    Tiba   : 10.30 Waktu Penang
  2. Medan-Penang
    Flight   : AirAsia
    Berangkat : 17.40 WIB
    Tiba  : 19.30 Waktu Penang Flight  : SriwijayaAir
    Berangkat : 07.20 WIB
    Tiba  : 09.05 Waktu Penang
  3. Aceh-Penang
    Flight  : FireFly
    Berangkat : 14.20 WIB
    Tiba  : 17.00 Waktu Penang

NOTE : Mulai 29 Mar penerbangan Air Asia Penang-Macau maupun sebaliknya dibatalkan. Sedihnya, saya terkena dampak pembatalan ini. Flight 14Apr 2011 Penang-Macau di-cancel, sementara hotel Tune hotels Penang dan transfer hotel-airport sudah dipesan dan dibayar. Tiket Kualalumpur-Penang pun pastinya tidak akan terpakai. La, buat apa ke Penang kalau dari sana tidak bisa sampai ke Macau? Kan tujuan utama kesana. Untung kemarin dapat RM22 KL-Penang, jadi tidak rugi banyak (RM22 = Rp. 66.000).

So far, Air Asia hanya memberi dua pilihan bagi calon penumpang yang dibatalkan, yaitu refund dan credit point. Refund dijanjikan akan masuk rekening paling telat 30 hari kerja. Sementara credit shell adalah semacam deposit yang bisa dipakai kalau lain kali akan memesan tiket Air Asia lagi dan akan mengurangi nilai yang mesti dibayar. Waktu yang dijanjikan sama seperti refund paling lama 30hari kerja.

ara keberangkatan tgl 14 Apr. Ga mungkin ada harga promo hare gini… :hammer. Dihitung-hitung, harga Kualalumpur-Hongkong RM766, dikurangi credit point (kemarin beli Penang-Macau RM328, yang dikembalikan RM318, dipotong convenience fee RM10) masih mesti nombok RM438 (sekitar Rp. 1.314.000).

Selain sedang usaha untuk beli tiket baru KL-Hongkong, dan menunggu credit shell masuk ke member login di AA, juga sedang konfirm ke AirAsiaGo apakah hotel+transfer airport Penang bisa direfund atau dibuat credit shell juga. Lumayan RM 148 kalau bisa direfund. Cuma itu yang bisa dikerjakan so far.

Perubahan itinerary akan dibuat kalau tiket baru sudah FIXED.

Info per 29/3 : Sudah dapat credit point dari Air Asia senilai RM 318, langsung dipakai untuk mengurangi payment tiket baru KL-Hongkong, tinggal tambah RM448 untuk sisa yang belum dibayar. Untungnya credit point muncul di member login AA ga pakai lama. Hari Sabtu lapor pengen credit point, hari Selasa sudah bisa dipakai untuk transaksi.

Tinggal urusan Air Asia Go nih, belum ada balasan email sampai hari ini.

Info terbaru 31/3 : baru dapat email balasan dari Air Asia Go, hotel+transfer akan dikembalikan FULL tanpa potongan dalam waktu 30-60 hari kerja ke kartu kredit waktu bayar dulu. FUIH… akhirnya….

Back to the story …

HONGKONG

Begitu keluar dari bandara, yang pertama dicari adalah loket untuk beli tiket Octopus Card. Setahu saya, bisa beli di 7eleven. Makanya kita masuk dulu ke 7eleven. Ternyata, mereka tidak jual. Kita bisa beli Octopus card di Customer service centre yang tersebar di berbagai penjuru bandara. Bisa juga beli di tempat yang bertanda Train ticket, karena selain jual tiket airport ekspress dia juga jual Octopus card, dan untuk refill Octopus juga bisa. Octopus Card dibeli dengan harga HKD150/org, dengan rincian deposit HKD50 dan nilai yang bisa digunakan adalah HKD100. Jika HKD100 habis, kita masih bisa gunakan deposit HKD50. Istilahnya negatif deposit. Saat Octopus card dalam posisi negatif, kita tidak bisa pakai octopus card kecuali saldo ditambah lagi. Bila nanti Octopus sudah direfill dan dikembalikan, maka akan dikurangi biaya kartu HKD7. Misal saldo Octopus card kita tinggal HKD47, ya nanti terima HKD40 cash bila kartu dikembalikan.

Kalau turun pesawat di Bandara Hongkong, untuk menuju hotel di Nathan Road, bisa naik Airport Express dengan tujuan Hongkong Station (Single Journey Ticket : HKD100, online price HKD95), Tsing Yi Station (HKD60, online price HKD57) dan Kowloon Station (HKD90, online price HKD86) – free lugagge fee. Stasiun Airport Express terletak di lantai kedatangan (Level 5 HKIA). Beroperasi antara 05.50-00.52 setiap 12menit. Lama perjalanan 25menit. Setelah turun di Stasiun Kowloon, naik lagi ke free airport shuttle bus Number K3 (jam operasi 06.12-23.12, lewat setiap 12menit). Naik K3 sampai Holiday-Inn Hotel. Turunlah disana lalu jalan kaki sepanjang jalan Nathan road. Belok kanan dan terus jalan sekitar 2 menit sampai Standard Chartered Bank dan disanalah letak Gedung Golden Crown Court.

 

Bandara Hongkong

Selain Airport Express, karena merasa kemahalan, kami naik Airbus City Flyer A21/N21 (bus jenis double decker-bis tingkat dan bertuliskan Hung Hom KCR Station – free luggage fee) dengan tarif HKD33. Stasiun Airbus terletak di lantai kedatangan (Level 5 HKIA).Keluar dari bandara, carilah sign shuttle bus. Setelah sampai, kelok ke arah kanan dan tunggulah (ngantri) disana.

Kami menunggu Airbus A21 selama beberapa saat. Biasanya datang setiap 10-15 menit. Saat masuk bis, simpanlah dulu tas/koper, lalu duduk di lantai bawah. Setelah 40-80menit tergantung kepadatan lalu lintas, maka akan sampai di bus stop no. 6 yaitu MTR Mongkok , Argyle Street. Karena jam kerja bis ini hanya 05.00-23.59, maka bisa gunakan bus no N21 dengan rute dan pemberhentian yang sama jika bepergian antara pkl 12 malam sampai jam 5 pagi.

Oh ya, biasanya kalau naik MTR kan kita dapat harga diskon kalau bayar pakai octopus. Tapi saat naik bis ini, ternyata saldo kita berkurang sebesar HKD33, jadi tidak ada tarif diskon.

 

Sehubungan dengan pembatalan Penang-Macau oleh Air Asia, dan saya ambil KL-Hongkong langsung,  maka pada hari pertama 13Apr kami sudah cari kamar di Hongkong via email. Dengan pertimbangan ganti suasana, saya ambil Dragon Hostel di daerah Mongkok, beda 2 MTR dengan TST, dimana lokasinya sangat dekat dengan Ladies Market dan Temple Street market. Setelah cek-in, kami berkeliling ke dua tempat itu dengan berjalan kaki. Setelah keliling-keliling, tidak ketemu tuh yang namanya makanan halal, akhirnya lari ke McD. Kebetulan McD hanya terletak beberapa ruko dari hotel. Kami hanya makan masing-masing 2buah ayam dan sebuah chicken burger.

Dragon hostel : www.dragonhostel.com. Terletak di Lantai 7 dan kami dapat kamar no.1 paling depan dekat lobby. Kita deposit USD34 via Paypal. Setelah sampai disana, bayar cash HKD310 sesuai tarif double room yang dipesan, dan deposit Paypal dikembalikan ke rek Paypal kita. Enaknya, ada 2 komputer yang bisa dipakai internet di lobby. Sebenarnya Wifi disediakan di kamar, tapi kami tidak bawa laptop.

Suasana Mongkok

Kamar 1 Dragon Hostel - bisa bertiga

Depan Sincere House - Dragon Hostel

Pagi-pagi keesokan harinya, tidak ada breakfast, kami cek-out dulu dari hotel. Seharian ini kami akan bepergian sampai malam, jadi kami harus cek-in atau menitipkan tas ransel kami (isi pakaian dan barang tak penting lainnya) ke hotel lain. Dari hotel, kami jalan kaki menuju MTR Mongkok. Naik MTR Mongkok menuju MTR Tsim Sha Tsui exit D2 menuju hotel baru.

Suasana MTR

Malam ke-2 dan ke-3 kita akan menginap di Yiufai GuestHouse untuk tgl 14-16Apr. Sudah konfirm via email, dan sudah setor deposit USD45 atau HKD 350 via Paypal ke Raymond Tran si pemilik Guesthouse untuk satu kamar double en-suite (kamar mandi didalam). Sebenarnya saat itu kontak juga ke Wonderfull Inn dan Golden Crown Guesthouse www.wonderfulinn.com www.goldencrownhk.com. Ketiganya ada di tempat/gedung yang sama, tapi beda tingkat. Yang paling bagus (lihat dari foto di website nih) kayanya sih Wonderfull Inn, lalu Golden Crown Hk, baru Yiufai GH. Tapi dari ketiganya yang saya email, hanya Yuifai GH yang available, sementara Golden Crown full booked dan Wonderful Inn tidak menjawab sama sekali.

Gedung Golden Crown Court terletak di TST area. Didalam gedung ini banyak sekali hostel-hostel yang disewakan.

Yiufai Guesthouse : www.yiufaiguesthouse.com. Ownernya Mr Raymond bersedia kembalikan deposit Paypal tanpa ditagih bila kita tidak jadi menginap disana. Di email kita diberi alamat bahwa Yiufai GH terletak di lt7, tapi ternyata disana sangat sepi dan ada tulisan kita disuruh ke Receptionist di Lt. 5-E. Lantai 5 – E ternyata bukan Yiufai GH (tulisan didepan pintu-Hao Inn’s The Real Wonderfull Inn- ga ngerti kenapa pakai istilah The Real One. Apa ada Wonderful Inn yang palsu ya ?!).  Saya menunjukkan print-out email konfirmasi. Lalu kita bayar HKD 350 untuk kamar malam ke-2, sementara yg malam pertama bayar via Paypal sudah diperhitungkan. Dari sana, ternyata kami diberi kamar di lt 10. Wah naik lift lagi deh. Ada Wifi dikamar, tapi tidak enaknya saya tidak bisa memanfaatkan fasilitas tsb krn tidak bawa laptop dan dilobby tidak disediakan komputer untuk dipakai bersama.  Setelah bayar hotel, kami hanya menitipkan tas ransel kami disana karena akan langsung pergi ke Disneyland.

Selain via MTR dari Hongkong, jika dari Macau, untuk menuju TST area di Hongkong, bisa naik First Ferry dari Macau Ferry Terminal yang beroperasi dari jam 07.00-22.30 tujuan Kowloon dan berjalan kaki selama kl 15 menit menuju Golden Crown Court. Melewati Guangdong Road lalu Haiphong Road menuju Nathan Road. Akan terlihat gedung Citibank di seberang jalan. Atau bisa juga naik TurboJet tujuan Sheung Wan lalu ambil MTR Sheung Wan menuju MTR Tsim Sha Tsui. Keluar Exit D1 lalu jalan kaki ke Gedung Golden Crown Court.

Dari hotel, kemudian kami menuju MTR East TST menuju MTR Lao King. Dari MTR Lao King kami menuju MTR Tung Chung. Kami memutuskan untuk pergi ke Disneyland siang hari setelah ke NgongPing dulu. Begitu keluar dari MTR, ternyata kami langsung menuju Citigate Outlets. Ada air mancur di lapangan antara Citygate dan MTR stasiun, tapi sedang dalam perbaikan. Disamping Citygate outlets, ada juga Tung Chung Kantor Pos, Terminal bus Tung Chung dan Stasiun Ngong Ping Cable Car. Tapi Cable car sedang tutup, baru dibuka jam 10 sehingga kami memutuskan berangkat pakai bus dulu. Naik Cable Car bisa dilakukan saat pulang.

Setelah tunggu beberapa saat, kami naik bis 23 menuju Ngong Ping. Perjalanan memakan waktu sekitar 45menit. Begitu sampai, waduh berhubung di pegunungan nih, rasanya dinginnnnn… Seperti Puncak. Eh, emang dari tadi dingin, lagi. Hongkong tuh sekarang diiinggiiinnn sekali, cuacanya sekitar 20-22derajat Celcius. Sama sekali ga keringatan. Di depan kita ada pelataran masuk, sepanjang jalan di sebelah kanan-kirinya ada patung. Tiap patung ada penjelasan tertulisnya, tapi aku ga sempat memperhatikan. Yg penting kan gaya dulu hehehe… Jadi langsung sibuk deh foto-foto.

Sebelum naik tangga, kita melewati toko souvenir. Ga banyak, cuma satu. Mungkin ini toko souvenir yang resmi, tempat para biksu mencari dana. Mereka juga nawarin kupon makan siang seharga 10HKD, tapi ya ngapain beli, kan kita belum tahu jenis makanannya apa. Kalau bb, gimana? Jadi kita ga beli, cuma lewat aja. Disitu juga ada kotak amal, kali-kali aja mau amal ke para biksu. Dia juga nyediakan buku gratis tentang Budha, tapi aku juga ga ambil. Emang nanti mau dibaca ? Jadi kita naik tangga langsung. Eh, ternyata anak tangganya sedang dicuci bo. Mereka siram satu per satu anak tangga yang sekian ratus buah itu. Wah, rajin ya. Sama kaya kemarin aku lihat trotoar di Mongkok pagi-pagi disiram ama Dinas Pertamanan HK. Kebayang ga sih, kalo di Bdg semua trotoar disiram tiap pagi ky di Hk? haha…

Wah lumayan juga ternyata naik tangga itu semua. Beberapa kali mesti istirahat (dan berfoto) dulu. Eh, disebelah saya ada dua orang ibu-ibu berumur sekitar 35-40thn ikut naik juga, tapi mungkin dia penduduk HK sini yang datang untuk berdoa. Setiap naik 3-4langkah, dia berhenti, bersujud sambil tangannya membentuk posisi tangan tengadah seperti Budha kalao sedang berdoa. Terus begitu. Jadi saya dan suami duluan sampai keatas, sempat keliling-keliling dulu. Pas kita mau pulang, baru deh dia sampai keatas wakwakwak…

Ternyata, dibawah patung Budha yang besar itu, terdapat museum dan toko souvenir. Termasuk sejarah berdirinya patung Budha itu, proses dibuatnya patung Budha dari cuma tangan aja, kerangka besinya seperti apa, sampai peresmiannya. Sayang, kita ga boleh berfoto-foto didalamnya. Oh iya, ada juga kuburan, tapi jangan dibayangkan yang seram. Kayanya nih, orang yang dikubur disana sudah dalam bentuk kendi (sdh dikremasi dan dimasukkan ke kendi gitu). Habis, yang terlihat cuma nisan+fotonya saja ditempel di tembok. Jadi demi menghormati para leluhur, kita tidak boleh foto-foto didalam. Setelah cukup puas foto-foto diluar (kalau ini boleh), akhirnya kami pun turun.

Dari sini kami mencari stasiun bis menuju Tung Chung lagi. Ternyata jadwalnya keberangkatan jam 11.00 dan masih lama (lebih dari 1 jam – saat itu baru jam 10). Sambil menyusuri perkampungan China di Ngong Ping, kami memutuskan naik Cable Car (yang sudah buka) daripada menunggu bis. Akhirnya naiklah kami ke Ngong Ping Cable Car seharga HKD80. Ini cable car yang standard, kami ga berani ambil yang crystal cabin (yang bagian bawahnya transparan sehingga bisa lihat jelas apa yang ada dibawah kita). Wah, untung cuma ambil yang standard. Lah, yang itu aja kami udah grogi, apalagi kalau naik yang crystal. Bener-bener deh, lebih thriller dari cable car yang di Taman Mini Indonesia Indah. Lebih thriller maksudnya lebih horor! karena kita melewati bukit, lembah dan laut. Malah ada yang tingkat kecuramannya sekitar 45derajat. Untungnya, cable carnya juga lebih canggih dari yang di TMII, jadi pas ketemu tiang, cable car-nya ga bunyi grokk grookk kaya yang di TMII. Haha … sori ya TMII, tapi emang itu kenyataannya.

Sekitar setengah jam kemudian, sampailah kami di TungChung Station. Disini kita boleh nebus foto+gantungankunci+frame saat kita naik Cable Car tadi. Tapi harganya 100HKD. Masa foto+frame+gantungan kunci harganya 120rb rupiah. ah, yang bener aja. Aku tawar, eh ga dikasi hehe.. ya udah, aku tinggalin aja deh.

Berhubung sudah lapar, begitu turun dari station, kami masuk dulu ke Citygate outlets. Dari luar, kami lihat ada Food Republic seperti yang di Singapore. Yah, mudah-mudahan aja ada yang halal nih. Setelah keliling-keliling, cuma ada satu kandidat, Laksa Ayam Singapore. Jadi suamiku pesan Nasi Lemak, aku pesan Laksa Ayam. Yah lumayan deh, ketemu nasi. Dari kemarin kami kan cuma makan Fish Burger dan kentang Goreng hehe. Ternyata emang susah cari makanan halal di Hongkong, kriteria kami akhirnya cuma sebatas : yang penting bukan daging merah (kalau ayam atau ikan, kami masih berani pesan), dan di restauran tersebut tidak campur dengan menu bb.

Setelah selesai makan siang, kami menuju MTR Tung Chung lagi. Lalu kami menuju MTR Sunny Bay Station. Dari sana kami menunggu MTR Disneyland yang ternyata …. imuuut banget. Masa bentuk jendelanya adalah bentuk kepala Mickey. Didalam kereta, dipajang patung-patung temannya Mickey, seperti Donald, Desy, Minie, Jimi Jangkrik, Pinokio, dll. Wah lucu deh. Begitu lihat aja langsung semangatnya timbul lagi.

Memasuki pintu gerbang Disneyland, saya tunjukkan print-out tiket yang sudah dibeli waktu di Bandung. Eh, diminta menunjukkan kartu kredit yang dipakai saat membeli. Saya kira ga akan ditanya, eh ditanya juga. Dan ternyata kartu kreditnya digesek ke mesin kartu. Wah, berarti memang ga bisa belikan tiket untuk orang lain ya, mesti pakai kartu sendiri. Oh iya, kemarin di hotel kebetulan saya juga sudah belikan tiket untuk orang-orang yang titip tiket lewat saya. Saya sendiri ga beli tiket di hotel karena sudah beli di Indo, padahal penawaran hotel lebih murah lo, dapat diskon 20HKD per tiket.

Begitu masuk, kita disambut oleh bermacam-macam toko souvenir yang bergambar tokoh-tokoh Disneyland. Lucuuu, ada payung berbentuk kepala Mickey, ada tempat minum bergambar Pooh, dan macam-macam. Lucu pokoknya! Kalau bawa Sisi kesini, pasti duit habis buat beli souvenir. Yang menurut saya paling berkesan, adalah naik ke rumah pohon milik Tarzan, naik kapal menyusuri sungai yang penuh dengan makhluk sungai seperti kuda nil, gajah, monyet, lalu melewati arus deras, gunung berapi yang sedang meletus, dan masuk ke teater 4 Dimensi milik Mickey. Pada intinya, Disneyland sama seperti Dunia Fantasi, tempat bermain. Hanya yang membedakan karena ada tokoh-tokoh Disneyland yang sangat familiar bagi anak-anak. Tidak lama kemudian, ada panggung hiburan High School Musical berikut lagu-lagunya. Sekitar jam 4, muncul pawai tokoh-tokoh Disneyland. Selama sekitar 30menit, kita bebas berfoto bersama mereka yang lewat silih berganti.

Jam 6 malam, kami memutuskan untuk kembali ke hotel. Kaki rasanya sudah pegal banget, badan rasanya ingin berbaring. Tapi ketika kami menuju MTR East Tsim Sha Tsui, waktu baru menunjukkan pukul 19.30. Saya teringat ada satu tempat yang harus dikunjungi saat malam sebelum pukul 8, yaitu Avenue of The Stars. Jadi meski badan sudah tak sanggup, kami paksakan diri untuk menuju ke sana. Dari Station East TST, sudah banyak petunjuk arah menuju Avenue of The Star. Exitnya ada di Exit J. Sampai disana, sudah banyak orang yang berkerumun menantikan pertunjukan The Light of Symphony. Dan tepat pukul 8, mulailah acara laser dan lampu yang berkilau itu. Setelah acara selesai, kami pun berjalan kaki menuju hotel. dan TIDUUUURR….

Malam hari, saat keluar dari MTR TST HK, saya menemukan toko oleh-oleh. Setelah masuk dan melihat-lihat, saya putuskan saat malam terakhir di HK besok, saya akan beli oleh-oleh disini. Beberapa sudah saya incar. Seperti kaos, ada dua macam, yang tebal dari katun dan yang tipis. Ada pula gantungan kunci, pisau lipat, dompet cermin bergambar lukisan China, tempelan kulkas, dll.

Pagi ini kami memutuskan untuk bangun agak siang. Kalau sedang bepergian, kami selalu bangun sekitar jam 6. Kali ini, jam 7.30 kami baru mulai mandi. Karena tidak ada sarapan di hotel, kami bermaksud beli makan di jalan saja. Di MTR East TST, kami beli roti Maxim’s. Beli rotipun, kami pilih yang keju dan tidak beli yang mengandung daging. Dari sini kami menuju MTR Hung Hom. Dari sana lalu pindah jalur menuju MTR Lo Wu. Cukup lama juga perjalanan kali ini sekitar 45menit kami sampai disana. Berhubung masih pagi, kami berbarengan dengan rombongan pekerja yang menuju Shenzhen. Rasanya seperti naik KRL Bogor-Jkt.

Begitu memasuki counter imigrasi Hk, kami ragu apakah mesti cari tempat Visa on Arrival Shenzhen yang katanya di lt 2 atau bagaimana. Disini kami naik ke atas, mencari letak kantor VOA SZ. Tapi tidak ketemu. Setelah tanya sana-sini, oh mungkin kita harus keluar imigrasi HK dulu, baru ketemu kantor VOA SZ. Dan memang benar. Setelah antri di imigrasi HK, dapat cap keluar HK, barulah kami dapat menemukan kantor VOA SZ. Memang terletak di Lt 2, dan belum buka karena saat itu belum pukul 9 pagi. Tepat pukul 9, pintu dibuka dan mesin antrian pun mulai berjalan. Eh, dapat no 2 dan 3. Dan ternyata prosesnya sangat sebentar. Begitu dipanggil nomor, kita kasihkan pasport dan kartu isian pengajuan VOA, lalu disuruh bayar per orang 160yuan. Tak lama kemudian nomor kita dipanggil untuk ambil pasport. Disini pasport kita sudah ditempeli VOA khusus Shenzhen berlaku hanya 5 hari. Setelah dapat VOA, kami pun ikut lagi dengan rombongan orang-orang menuju SZ, antri lagi di imigrasi SZ, dapat coretan di VOA, dapat cap pula, lalu sampailah kami di Louhu.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

TIKET  THE PEAK / SKY TERRACE / MADAMME TUSSAUDS

  • Tiket The Peak Tram HKD36 round-trip HKD25 oneway
  • Tiket Sky Terrace only HKD25
  • Tiket The Peak Tram + Sky Terrace HKD56 round-trip HKD45 oneway
  • Tiket The Peak Tram + Madamme Tussauds HKD 180 round-trip HKD 170 oneway
  • Tiket The Peak Tram roundtip + Madamme Tussauds + Sky Terrace HKD 200 return HKD 190 one way
  • Tiket Madamme Tussauds saja HKD160

per 1 APRIL 2011 tiket The Peak Tram naik jadi HKD40 round-trip HKD28 oneway

TIKET OCEAN PARK

  • OCEAN PARK HKD250 adult HKD125 child

TIKET DISNEYLAND

  • DISNEYLAND one day pass HKD399 adult HKD285 child. Kami jual voucher Disneyland dan Ocean Park harga HKD340 dan HKD225. Silakan klik link berikut ini LINK

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

SHENZHEN

Ada 2 tempat wisata utama disini yaitu Splendid of China dan Windows of The World. Keduanya bisa dicapai dengan naik Metro di Louhu St dan turun di OCT St (Splendid of China) dan WOW St (Windows of The World). Harga tiket Metro dari Louhu-OCT/WOW hanya 5yuan.

Di Splendid of China ada 3 pertunjukan besar yang “wajib” ditonton, yaitu pertunjukan kuda jam 14.30/16.10, China girl 18.00 dan Dragon jam 19.30. Jadi saran saya, kalau punya waktu hanya sehari, lebih baik ke WOW dulu sampai jam 2 baru ke Splendid of China sampai malam.

WOW sendiri seperti TMII tapi untuk semua bangunan terkenal di dunia, seperti Candi Borobudur, Menara Eiffel, Menara Pisa, dll. Saya sendiri waktu itu masuk ke area Jepang, dan mencoba baju Jepang sewaan seharga 20yuan. Lalu bisa sepuasnya deh berfoto dengan latar belakang bunga sakura, lampion, rumah Jepang, dll. Kalau dengan make-up dan riasan rambut, tambah lagi 20yuan.

Info terbaru : sudah bisa VOA Shenzhen di Lo Wu. Bayar 160RMB. Begitu sampai di Lo Wu Statiun, keluar imigrasi Hongkong dulu. Setelah dapat cap keluar Hongkong, baru cari papan tanda imigrasi untuk Visa On Arrival yang ada di lt 2. Buka mulai jam 9 pagi. Bila sudah buka, ambil nomor antrian. Kemarin sih enak, dapat nomor 2 dan 3, jadi tidak nunggu lama. Sekitar 10menit, langsung dapat Visa Shenzhen berupa stiker. Lalu turun ke lt 1, ikut arus manusia lain lagi (saking banyaknya yg bolak-balik HK-SZ), masuk ke Imigrasi Louhu. Antri lagi, jangan lupa antri di bagian Foreigners, krn khusus penduduk HK atau Macau ada line tersendiri. Jangan sampai sudah capek-capek antri, eh salah antrian haha…

INFO PER 15JULI 2011 : VOA SZ tidak dilayani lagi sampai 31 Agt 2011. Jadi untuk yang mau kesana mesti ngurus visa China di Jkt/Sby ya!

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Warning message dari kaskus.us : Kalau masuk dari VOA Lowu, mesti keluar dari Lowu juga !!

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4611276&page=3

you have been warned before…

• The visa is called “Shenzhen Special Economic Zone Tourist Visa” or “深圳特区旅游签证”
• You can get it only at the Lowu/Lohuo border
• You can buy it after the Hong Kong passport check, before the CN passport check, one floor up.
• It’s HK$150 for most nationalities, Hong Kong ID is currently not required!
• It’s HK$450 for UK passports
• Beside UK 18 other countries have similar fees, mostly African places
• USA, French, Indian and Philippine passports can’t cross at all
• Takes about 5 Minutes to get, you don’t need a photo
• In theory you are not allowed to leave the Shenzhen SEZ
• In practice you don’t get checked when you exit SZ
• You *may* get checked when you enter SZ SEZ. It’s a risk you should avoid.
• Visa get usually checked in hotels (just a reminder)
• You can exit through other borders inside the SEZ

Inside Special Economic Zone:
Luohu
Futian
Nanshan
Yantian

Outside Special Economic Zone:
Bao’an
Longgang
Guangming
Pingshan

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Back to the story …

Hari ke-4 ini, kami akan cek-out hotel, akan menuju Avenue of The Stars, Star Ferry Terminal (menuju Central) dan langsung ke Peak Tram Hongkong, mampir ke Madame Tassaud, lalu pulangnya menuju Macau.

Untuk menuju Central, ada 2 cara, yaitu naik MTR atau naik Star Ferry. Berhubung setelah lihat peta di MTR, letak Star Ferry Terminal ada di ujung Avenue of The Stars, kami memutuskan naik Star Ferry saja. Dari MTR, kami jalan kaki menuju MTR East TST, lalu keluar Exit J menuju Avenue of The Stars tempat kami melihat The Symphony of The Light 2 malam lalu. Kami sempatkan foto-foto disini.

Lalu kami jalan kaki lagi menuju Star Ferry Terminal. Patokannya? Cari saja tempat ferry warna hijau banyak keluar masuk hahaha… ga ada petunjuk khusus, jadi kami hanya menyusuri Avenue of The Stars sambil melihat-lihat fery yang lalu lalang. Akhirnya, ya sampai juga ke Star Ferry Terminal. Bener-bener mengandalkan feeling deh.

Dari sini, kami naik fery jurusan Central hanya dengan 3HKD (krn Sabtu, hari biasa 2.5HKD. Tapi pemandangannya sangat bagus. Kanan-kiri sepanjang pantai adalah gedung bertingkat. Inilah Hongkong ! Foto-foto yang sering dijadikan simbol HK, diambil dari tempat ini. Saya menyesal tidak menyebrang malam hari. Tapi sudah pernah melihat Avenue of The Stars saat malam hari, cukup puas juga hehe.

Di Central, kami diturunkan di Pier 6. Untuk menuju The Peak, ada 2 cara : naik bis 15 atau 15C. Keduanya baru buka pukul 10, sedangkan kami sudah sampai di Central pukul 8.30. Jadi kami keliling-keliling ke semua Pier (1-8, Pier 9-10 kejauhan hehe). Kalau mau naik bis 15, mesti tunggu di halte depan Pier 5/6. Sedangkan untuk Bis 15c, mesti tunggu di depan Pier 8. Bis 15C akan melintasi Lower Tram Terminal, jadi kalau mau naik Tram ke The Peak, mesti ambil bis 15C. Kalau mau langsung ke The Peak, naik bis 15 saja.

Kami naik bis 15, bis yang pertama datang. Langsung ambil posisi duduk di atas dan paling depan. Pengen lihat pemandangan ! Tapi setelah lihat jalan, kok jadi serem ya? Ternyata jalan menuju The Peak itu sempit sekali. Hanya cukup untuk dua jalur tok, tak ada sama sekali celah untuk motor atau pejalan kaki untuk bisa lewat. Saya duduk di sebelah kiri bis, sepanjang jalan disuguhi pemandangan pinggir jurang. Tikungannya tajam. Beberapa kali bis menikung dalam posisi menurun, atau bahkan menaik dengan posisi hampir 40derajat. Malah pernah lihat ada tembok pembatas yang baru dibuat, terlihat jelas bedanya dengan tembok lama. Apa ada yang pernah rem blong lalu menembus itu tembok ya? Waduh kok seram. Hehe… ingin pindah ke belakang, tapi kok kelihatannya penuh ya… Akhirnya sepanjang perjalanan itu rasanya berapa kali dada ini mencelot. Serasa naik Halilintar DUFAN haha!

Sampai juga kami di The Peak Terminal. Turun disana, lalu kami mengikuti arus orang-orang yang ramai menuju The Peak. Wah ternyata disini juga pemandangannya bagus. Seperti sedang berada di MONAS-nya HK, bisa melihat ke seluruh penjuru kota. Setelah berkeliling (dan berfoto ria), kami lalu mencari tempat museum lilin yang terkenal itu. Madamme Tussaud terletak di lt bawah gedung The Peak. Tiket masuk 160HKD.

Waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 saat kami menuju The Peak Terminal untuk naik bis 15 lagi. Kami tidak jadi pulang dengan naik Tram karena suami grogi, takut pengalaman yang sama dengan Cable Car Ngong Ping terulang lagi :-). Satu jam kemudian kami sudah ada di Central kembali. Dari sini kami memikirkan cara untuk menuju Macau.

Di Central ini, kami tidak melihat ada ferry menuju Macau. Yang saya tahu, ferry menuju Macau adalah Turbo Jet yang mesti naik di Tseung Wan (bisa lewat MTR sekitar 2MTR dari Central). Jadi kami pun mencari arah menuju MTR. Kami naik ke atas jembatan penyebrangan sepanjang Pier Central. Kami mengikuti petunjuk MTR. Kami masuk ke Gedung International Finance Centre, yang ternyata adalah sebual mall yang besar sampai dipisahkan menjadi One IFC dan Two IFC. Ternyata kami juga sampai di Hongkong Station. Lo, Central dan Hongkong Station nyambung toh?! Setelah lihat peta HK yang kami ambil di airport, eh iya ya benar juga. Tapi ini bukan jalur MTR yang kami cari, karena dari HK station tidak ada jalur menuju MTR Tseung Wan. Disini kami memutuskan untuk mengembalikan Octopus Card. Kami akan bayar secara cash saja jika memang nanti akan naik MTR lagi. Disini juga ada airport Express menuju Bandara HK.

Kami lalu berjalan lagi mencari MTR. Sasaran kami adalah mencari MTR Central yang ada jalur menuju MTR Tseung Wan. Kami lalu keluar lagi dari gedung IFC dan mencari jalan menuju MTR sepanjang jembatan penyebrangan. Ternyata jalannya lamaaaa sekali, padahal kami kan bawa tas dan ransel dan plus oleh-oleh yang dibeli semalam. Ga ketemu-ketemu itu MTR. Setelah sekitar 30 menit jalan kaki, kami malah langsung ketemu Tseung Wan Station dan Turbo Jet Terminalnya langsung! Walah, pantesan MTR Centralnya ga ketemu-ketemu haha.  yah, menghemat uang MTR lumayan lah.

Kami lalu beli tiket Turbo jet menuju Macau, dapat jadwal jam 14.30. Disini ada imigrasi HK, kami dicap keluar HK, lalu naik Turbo Jet. Selama sekitar 1 jam kami menempuh perjalanan HK-Macau. Di Macau Ferry Terminal, kami antri di imigrasi Macau, dicap visa China, lalu keluarlah kami dari Gedung Macau Ferry Terminal. Ngomong-ngomong, saya tuh membayangkan naik Turbo Jet akan seperti apa yang sering terlihat di TV, terombang-ambing oleh ombak, atau saking cepatnya perahu kita sampai terampul-ampul (bener ga sih bahasanya?) diatas permukaan laut. Tapi yang saya rasakan ga seperti itu tuh. Datar-datar saja, sama sekali ga kerasa itu yang namanya goncangan laut.  Seperti naik mobil saja, malah saking nyamannya saya tidur tuh sepanjang perjalanan. Enak sih, adem ayem karena pakai AC. Sudah jalan jauh, eh dapat kursi nyaman dan berAC, ya sudah deh nyenyak bener tidurnya. Penumpang lain malah ada yang langsung muntah begitu sampai darat. Wah, padahal enak, kenapa muntah ya??

MACAU

Dari Macau Ferry Terminal, ikut free shuttle bus ke Grand Lisboa/Casino Lisboa warna hijau dan turun di lantai bawah/parkiran hotel. Lalu ikut tanda panah keluar hotel. Cari tanda San Ma Luo  diatas gedung (bulat merah, kalau malam menyala terang), jalan menuju arah sana. Setelah menemukan persimpangan jalan pertama, setelah itu akan menemukan persimpangan jalan ke-2. Disini belok kanan sudah jalan Avenida De D Joao IV tempat Margareth’s Cafe e Nata dan hotel Nam Pan berada. Sebelum hotel Nam Pan, di belokan sebelah kiri ada hotel Nam Tin. Keduanya bisa dijadikan pilihan.

Depan Macau Ferry Terminal

Sudah kontak Nam Pan Hotel via email, dan sudah konfirm kita akan menginap satu malam disana sejak Januari. Klik www.cnmacauhotel.com. Agak lama juga responnya, tapi enaknya kita tidak usah deposit uang dulu. Sayangnya hotel ini tidak bisa dipercaya. Walau saya sudah konfirm via  email sejak tiga bulan lalu, tetap saya tidak mendapat kamar saat mau cek-in. Hanya karena saya datang malam hari, kamar diberi ke orang lain yang lebih dulu datang. Padahal di email jelas sekali tertulis saya akan cek-in pukul 7 malam. Akibatnya saya terpaksa menginap di Airport Macau karena hotel lain disekitar situ dan di daerah Rui de Felicidade yang sekian banyak itupun FULL semua.

Dari hotel Nam Pan, saya jalan kaki menyusuri Avenida de Ribeiro, masuk ke Rua de Felicidade cari-cari hotel, sampai tembus ke Hotel Macau Masters. Disana ada tinggal one last room, tapi dengan harga MOP2.000. Karena tidak mau, jadilah kami naik taxi dari sana ke airport.  Cukup keluar MOP74, sampailah saya di Keberangkatan Airport. Ternyata sudah ada beberapa orang yang mulai tidur di kursi disana. Ya iyalah, saat saya tiba waktu sudah menunjukkan pukul 11malam. Wah ternyata saya sudah cari-cari hotel selama hampir 4 jam, dari keluar Nam Pan Hotel jam 7.30 sampai jam 11 malam.

Bila ingin ke Senado Square, dari persimpangan jalan ke-2 itu, lurus terus searah keramaian orang melewati banyak pertokoan perhiasan, melewati McDonald sampai tiba di Senado Square.

Ruins of St Paul itu terletak di belakang Senado Square. Jadi dari Senado Square, jalan saja terus ke belakang melewati banyak pertokoan kaki lima, MCD, gereja, lalu terus menanjak sampai melihat gambar Ruins of St Paul seperti gambar diatas. Kalau sempat, dari sini bisa jalan terus agak ke atas terus masuk ke Macau Museum. Diantara pertokoan ini, ada yang menjual egg tart seharga MOP5, atau durian seharga MOP8,5/kg atau Koi Kei Bakery toko penjual peanut Candy. Kalau belum sempat beli oleh-oleh, disini boleh juga beli egg tart atau peanut candy karena enak dan harganya murah. Beli durian disini juga murah, jatuhnya satu durian kecil sekitar MOP38 dan dalamnya enak semua. Tapi ingat, duren tidak bisa dijadikan oleh-oleh. Nanti yang ada di ambil petugas imigrasi haha…. Habiskan saja di tempat. Nanti dikasih air untuk cuci tangan kok.

Sore hari, menuju ke Casino The Venetian Macau naik Gondola dan nonton ZAIA-Cirque du Soleil. Caranya, dari Senado Square jalan ke arah Grand/Casino Lisboa lagi seperti pada saat pergi. Lalu ikut free shuttle bus ke Macau Ferry Terminal. Dari Macau Ferry Terminal, ikut lagi free shuttle bus ke The Venetian Macau warna biru tua. Masing-masing free shuttle bus hanya makan waktu perjalanan sekitar 15-20 menit tidak pakai antri lama-lama. Jadi tidak usah khawatir.

Kalau ingin menuju City of Dreams, dari Macau Ferry Terminal naik free shuttle bus ke City of The Dreams. Nanti akan diturunkan di depan lobby hotel. Masuklah ke lobi, jangan berusaha keluar dari lobi karena pasti akan ditahan oleh petugas hotel haha… Pokoknya harus masuk dulu ke lobi. Begitu masuk, nikmatilah pemandangan yang tersaji disana. Ada putri duyung sedang berenang dengan asyiknya di layar sebesar dinding hotel. Masuklah lebih dalam lagi. Berkeliling disana, akan membawa kita ke Hard Rock Hotel Macau yang baru saja buka tahun 2011 ini. Juga nontonlah The Bubble (namanya sekarang Dragon’s Treasure). Dulunya gratis, tapi kemarin kesana kita mesti bayar MOP30. Bayarlah, karena apa yang kita nikmati nanti amat sangat sepadan dengan apa yang kita bayar. Kalau pernah masuk ke Planetarium Jakarta, bayangkan kita nonton disana tapi tanpa kursi dan dengan teknologi dan sound system yang canggih seratus kali lipat (haha… rasanya lebay kalau nulis seratus kali lipat, tapi saya terakhir kali ke Planetarium Jkt itu sekitar kelas 5 SD thn1985, jadi mestinya kalau Planetarium belum diupdate, teknologi yang digunakan disana sudah amat sangat jadul).

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Budget hotel

Much of the low-end lodging in central Macau is aimed at the red-light industry and their clients.

  • Augusters Lodge, 24 Rua Do Dr. Pedro Jose Lobo, Floor 3J, Block 4, Edf. Kamloi (Near Grand Lisboa Casino),  +853 66 645 026 or +853 28 713 242 (at@augusters.de), [7]. Priced at $120 for a dorm bed and from $260 for a double room, it’s probably the cheapest place to stay in Macau, but you only get the basic amenities. It is in the center though, and a nice place to meet other backpackers. $120.
  • Best Western Sun Sun, Praça de Ponte e Horta, no. 14-16, Ph: +853-28939393, Fax: +853-28938822,[8]. Old, beaten up, and overpriced for what you get.
  • East Asia Hotel, Rua da Madeira, no. 1A, Ph: +853-28922433, Fax: +853-28922430. Located within 10 minutes walk from Pier No. 14 in central Macau and in close proximity to most tourist attractions.
  • Hotel Central, Avenida de Almeida Ribeiro, no. 264-270, Ph: +853-28373888, Fax: +853-28372404.
  • Hotel Holiday, Estrada do Repouso, no. 36-38, Ph: +853-28350161, Fax: +853-28350191.
  • Hotel Hong Thai, Rua de Cinco de Outubro, no. 177-179A, Ph: +853-28939199, Fax: +853-28308223.
  • Hotel Jai Alai, Av. da Amizade Palácio da Pelota Basca, Ph: +853-28725599, Fax: +853-28726105.
  • Hotel Kou Va, Rua da Felicidade, no. 71, Ph: +853-28375599.
  • Ole London Hotel, Praça de Ponte e Horta, no. 4-6, Ph: +853-28937761, Fax: +853-28939790.
  • Hotel Nam Tin, Travessa da Praia Grande, no. 4, Ph: +853-28711212, Fax: +853-28711127.
  • Sanva Hotel, Rua da Felicidade 65-67, Macau (5 minutes from Largo Do Sebadi),  Reservation: (852) 8210 0193, Hong Kong Office: (852) 8210 0193, Macau Office:(853) 2857 3701 (info@sanvahotel.com),[9]. Macau’s oldest guesthouse is cleap, clean and near the historic sites. It’s been used as the set of many movies, including Wong Kar Wai’s 2046. Rooms have fan only and shared bathrooms. Popular with backpackers. $100 single, $140 double
  • Hou Kong Hotel, Travessa das Virtudes, no. 1, Ph: +853-28937555, Fax: +853-28338884.
  • Man Va, Rua da Caldeira, no. 32-34, Ph: +853-28388655, Fax: +853-28342179.

Midrange

  • Emperor Hotel, 51 Rua de Xangai, Ph: +853-28781888, Fax: +853-28782287, Email: info@emperorhotel.com.mo, [10].
  • Fu Hua Guangdong Hotel Macau, 98-102, Rua Francisco Xavier Pereira, Ph: +853-28553838, Fax:+853-28527575.
  • Grand Emperor Hotel, Avenida Comercial de Macau, no. 251-292D, Ph: +853-28889988, Fax: +853-28889933, Email: sales@grandemperor.com, [11].
  • Hotel Fortuna, 63, Rua de Cantao, Ph: +853-28786333, Fax: +853-28786363, Email: fortuna@hotelfortuna.com.mo, [12].
  • Hotel Guia, 1-5, Estrada do Eng. Trigo, Ph: +853-28513888, Fax: +853-28559822, Email: guia@macau.ctm.net.
  • Hotel Mondial, 8-10, Rua de Antonio Basto, Ph: +853-28566866, Fax: +853-28514083.
  • Hotel Sintra, Av. D. Joao IV, Ph: +853-28710111, Fax: +853-28510527, Email: rsvn@hotelsintra.com,[13].
  • Kingsway Hotel, 230, Rua de Luis Gonzaga Gomes, Ph: +853-28702888, Fax: +853-28702828, Email: reservation@hotelkingsway.com.mo, [14].
  • Metropole Hotel, 493-501, Av. da Praia Grande, Ph: +853-28388166, Fax: +853-28330890. Situated in the commercial district of Macau. It is close to many popular destinations: banks, post office, cinema and shopping arcade, convenient to both business and relaxation.
  • Sands, Avenida da Amizade, Edf. Casino Sands, Ph: +853-28883388, Fax: +853-28883377.
  • Victoria Hotel, Estrada do Arco, no. 118, Ph: +853-28556688, Fax: +853-28557788.
  • Waldo Hotel, Quarteirão 6, Lote J – Zape, Ph: +853-28886688, Fax: +853-28886699.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Supaya tidak tertukar, catat ya :

di City of Dreams bisa nonton dua buah show yaitu The Bubble (namanya sekarang Dragon’s Treasure) dan bayar MOP30, dan The House of The Dancing Water.

Di Venetian Macau, bisa nonton atau ikut dua buah show juga yaitu naik GONDOLA MOP108 dan ZAIA – Cirque du Soleil. Gondola ada di lantai atas, cari arah “The Grand Cannal Shoppers”. ZAIA terletak di ujung sebelah kiri dari “The Suites South”.

City of Dreams dan The Venetian Macau bertetangga, begitu juga dengan airport (disana disebut Aeroporto) tapi kalau jalan kaki ya lumayan pegal juga. Paling enak ya nebeng free shuttle bus dari Outer Harbour(Macau Ferry Terminal)-Venetian Macau pp atau Outer Harbour (Macau Ferry Terminal)-City of Dreams pp.  Setiap trip hanya makan waktu sekitar 15menit. Outer Harbour atau Macau Ferry Terminal adalah pelabuhan tempat mangkal Turbojet atau First Ferry kapal dari Hongkong.

Makan pagi di Food Court Macau Aeroporto

Tempat naik dan turun free shuttle bus The Venetian Macau, depan The West Hotel

 Hari ini adalah hari terakhir dari perjalanan kami ke Hong Kong-Shenzhen-Macau. Rencana hari ini adalah ke Senado Square, Ruins of St Paul, dan nonton ZAIA. Setelah menitipkan tas di tempat penitipan di bandara Macao (20MOP/tas, bisa 24jam), kami pun naik taxi seharga 20MOP menuju Venetian Macau. Kenapa ke Venetian Macau? Karena 1) letaknya paling dekat dari bandara. Dari sini kami bisa nebeng free shuttle bus ke Macau Ferry Terminal, lalu naik free shuttle bus lagi ke Grand Lisboa, lalu jalan kaki ke Senado Square. Daripada naik taxi 70MOP? Alasan ke-2, karena kami akan nonton ZAIA nanti sore (jam 15.00), jadi mesti cek lokasi. Sekalian lihat gondola!

Setibanya di Venetian Macau, kami diturunkan di bagian depan dekat lobby. Wah kok mendadak merasa jadi Geum Jan Di yang sedang nyusul Go Joon Pyo ke Macau ? Secara lokasi emang benar-benar sama dengan film Boys Before Flower. Wah excited banget. Belum lagi melihat interior hotelnya. Wah, benar-benar dua jempol deh!!. Tak bisa dikatakan, innnddaah banget. Kaya istana. Oh iya, di Macao, kita bebas untuk masuk atau keluar casino. Juga jika punya keberanian untuk main, bisa saja langsung ikut. Hanya awas, dilarang memotret! Jika berani, siap-siap saja dibentak petugas casino dan didatangi petugas keamanan.

Dari sini, kami coba cari lokasi ZAIA untuk nanti sore. Letaknya dekat West Hotel, di ujung hotel. Kami juga coba cari lokasi gondola berada. Ternyata ada di The Grand Cannal Shoppers, di lantai tiga dekat toko Manchester United, dan toko-toko lainnya. Tadinya mau beli kaos Manchester United untuk Satria, tapi ga jadi beli karena kaosnya ternyata buatan Indonesia. Haha! Jangan-jangan buatan Mangga Dua pula nih hehe… Tidak lupa pula kami mendatangi loket ZAIA untuk memastikan harga tiket nanti sore adalah tetap 188MOP. Untuk matinee (sabtu-Minggu jam 5), harga tiket ZAIA kena diskon 200MOP dari harga semula 388MOP. Sangat jauh kan harganya.

Setelah keliling Venetian Macao, kami pun menuju Senado Square dengan rute Venetian Macao-Macau Ferry Terminal-Grand Lisboa lalu jalan kaki menuju Senado Square. Kali ini kami menjalaninya dengan sangat lancar. Sebelum sampai ke Senado Square, kami mampir dulu ke Margareth’s Cafe e Nata, makan egg tart dan beli buat oleh-oleh ke rumah. Satria dan Sisi sangat suka egg tart yang dijual di KFC Universal Studios Singapore.

Egg Tart seharga MOP8 dan susu milk seharga MOP12 sudah cukup untuk sarapan hangat. Selain egg tart dan susu, dia juga jual roti jenis lain, cappucion, yogurt, orange juice, mango juice, strawberry juice, dan aneka minuman lain. Bayar dulu, baru nanti kue dan minuman yang dipesan akan diambilkan oleh pelayan. Hmmm nikmat sekali..

Dari Margareth’s Cafe e Nata, kami pun berjalan kaki menuju Senado Square. Lalu menuju St Dominic’s Church dan terus kedalam menuju Ruins of Paul. Melalui berbagai toko sepanjang jalan, suami menemukan sebuah kios buah. Ada yang sedang makan duren, kayanya manis banget dan segar. Harganya murah lagi, cuma 8.5MOP per kilo (sekitar 10.000rupiah). Suami tertarik untuk mencoba, dan beli yang ukuran 3kg-an. Bayar 33MOP, lalu langsung makan di tempat. Enakkk….

Dari sini, kami menuju The Venetian Macau kembali dengan free shuttle bus rute Grand Lisboa-Macau Ferry Terminal-The Venetian Macau. Sambil menunggu jam 5, kamipun keliling The Venetian MAcau. Lihat-lihat yang naik gondola. Ehm, tadinya pengen naik gondola, tapi setelah dipikir-pikir cukup dengan lihat aja deh. Toh kita pun bisa menikmati suara mereka yang merdu sambil melihat dari atas jembatan. Oh iya, jembatan disini kan pernah dipake lokasi syuting Geum Jan Di waktu putus dengan Go Joon Pyo (Boys Before Flower, lagi!).

Sebelum jam 5, kami masuk ke area ZAIA. Wah keren abis pertunjukkannya. Sayang, menjelang akhir pertunjukkan sekitar 5 menit sebelum pertunjukkan selesai, kami memutuskan untuk keluar duluan. Takut ga keburu ngejar pesawat yang jam 9, takut nanti keluar dari ZAIA kebagian ngantri (hari itu kursi pertunjukkan penuh). Untunglah, ternyata antrian taxi tidak terlalu lama. Sekitar 10menit antri, kami pun kebagian taxi langsung menuju bandara dan bayar 40MOP (kenapa beda dengan yang pertama ya, waktu itu kan cuma 20MOP, padahal lebih malam pula sekitar jam 11 malam. Aneh…)

Kami ambil tas kami di tempat penitipan luggage, bayar 40MOP, lalu langsung masuk, cek-in dan imigrasi. Selesai sudah perjalanan kami di Hong Kong-Shenzhen-Macau.

Pulang menuju Jakarta via Kualalumpur. Menginap di LCCT semalam (tidur di kursi departure dalam negeri bersama traveller lainnya)krn flight ke Jakarta jam 7 pagi. Subuh baru deh kita  check-in Air Asia lagi menuju Jakarta …

Link :

HONGKONG TOUR WITH DRIVER AS GUIDE : KLIK HERE

Ingin mengalami pengalaman diatas ke HONGKONG-MACAU-SHENZHENala backpacker ? KLIK DISINI


Comments are closed.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: